Jakarta, 28 November 2022, Kawula17 – Survei nasional Kawula17 Q3 2022 menunjukkan bahwa ada animo yang tinggi dari masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi di Pemilu 2024. Konsisten dengan survei sebelumnya di Q2 2022, 91% menyatakan akan berpartisipasi dalam Pemilu 2024. Meski demikian, 3 dari 5 orang masih belum memutuskan pilihannya, terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan.

Survei ini juga mengukur tingkat awareness atau pengetahuan akan partai politik, terutama mereka yang ada di Fraksi DPR-RI. Partai Demokrat dan PDI-Perjuangan merupakan partai yang paling banyak diketahui masyarakat saat ini. Menariknya, mereka yang berusia lebih tua (35-44 tahun) mengetahui lebih banyak partai politik dibandingkan mereka yang usianya lebih muda (16-34 tahun).

Hasil ini bukan sesuatu yang mengejutkan. Kesenjangan pengetahuan akan partai politik di pemilih awal ini sudah mulai dijembatani dengan makin banyaknya partai politik yang aktif di media sosial. “Banyak partai politik yang berbondong-bondong membuat (media sosial) TikTok atau yang lainnya, dan menampilkan hal-hal yang gimmick seperti anak-anak muda berjoget. Mungkin ini bisa menambah popularitas, namun tidak terlalu menambah elektabilitasnya. Usahakan ketika kampanye, utamakanlah hal-hal yang lebih substantif,” kata seorang pengamat politik di Puskapol.

Hal yang senada juga terjadi dalam level awareness tokoh politik. Banyak calon pemilih muda yang tidak mempertimbangkan tokoh manapun sebagai calon Presiden/Wakil Presiden. Salah satu faktor yang mungkin berkontribusi terhadap fenomena ini yaitu sedikitnya jumlah tokoh politik yang diketahui calon pemilih muda.

Berdasarkan tokoh-tokoh politik yang tercantum dalam survei, Prabowo Subianto merupakan tokoh yang paling dikenal (97%) masyarakat Indonesia. Akan tetapi, ketika berbicara tentang tokoh yang paling dipertimbangkan sebagai calon Presiden/Wakil Presiden, Ganjar Pranowo muncul sebagai tokoh yang paling dipertimbangkan (36%). Sementara, posisi kedua dan ketiga dipegang oleh Ridwan Kamil dan Anies Baswedan.

Fakta di atas senada dengan pemikiran seorang pengamat politik dari Puskapol UI. Katanya, “Hal yang menarik dari sini adalah popularitas tidak menjamin elektabilitas. Persentase yang tinggi tidak menjamin pertimbangan untuk dipilih yang tinggi. Artinya, mungkin masyarakat sudah cukup mengetahui nama partai-partai politik, namun mereka belum mengetahui kebijakan riil yang akan dilaksanakan partai bila mereka menang.”

Mulya Amri, Faculty Chair dari Golkar Institute juga menyuarakan hal yang sama, “Pemilih di Indonesia memiliki semangat memilih yang tinggi. Sayangnya, banyak pemilih belum tahu betul visi-misi dan program partai. Hasil studi kami menemukan, rakyat tertarik dengan hal-hal yang riil, seperti lapangan kerja, dan penyaluran program bantuan agar betul-betul sampai ke tangan yang berhak. Sayangnya, kebanyakan parpol tidak membicarakan itu. Partai Golkar dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mengambil sikap yang berbeda. Mengangkat isu-isu dan topik-topik prioritas yang menjadi perhatian rakyat terlebih dahulu, sebelum mulai bicara tentang capres dan cawapres.”

Survei ini adalah rangkaian dari survei nasional per kuartal yang dilakukan oleh Kawula17.id, yang merupakan afiliasi dari PP17. Periode pengumpulan data survei ini dilakukan pada tanggal 7 Oktober – 26 Oktober 2022 kepada 560 masyarakat Indonesia yang tersebar di berbagai pulau dan berusia 16 – 44 tahun. Dilakukan melalui CASI (survei online), survei menggunakan metode sampling multistage quota dan memiliki margin of error sebesar 4%.

 

Laporan hasil survei dapat dilihat secara lebih lengkap di sini.

Narahubung: Patricia Grace (grace@kawula17.id), peneliti di Kawula17 dan BOI Research.

Tentang Kawula17

Kawula17 adalah Voting Advice Application (VAA), sebuah aplikasi yang membantu para pemilih untuk memahami preferensi politiknya berdasarkan pada isu-isu sosial dan politik yang relevan dengan situasi terkini.